Adapunbentuk-bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dapat digolongkan ke dalam 2 (dua) kategori, yakni : Pelanggaran dalam hal ini dimuat dan diatur dalam ketentuan Pasal 104 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 39 Tahun 1999 yang menerangkan bahwa tindakan-tindakan yang termasuk ke dalam jenis pelanggaran HAM berat diantaranya yaitu:
Padaaspek penegak hukum ini, forum koordinasi lintas sektor belum optimal dilaksanakan utamanya lembaga di luar kepolisian, kejaksaan dan Hukum dan HAM. Masih tergambar bahwa sektor-sektor asyik berjalan sendiri tanpa adanya integrasi dan sinkronisasi program yang seharusnya dilakukan dan dibutuhkan dalam penanganan ABH.
Peranmasyarakat sangat penting dalam penegakan Hak Asasi Manusia. Tanpa partisipasi masyarakat dan dukungannya maka penegakan Hak Asasi Manusia akan menjadi sia-sia. Peran dan partisipasi itu juga diatur di dalam UU No. 39 tahun 1999 itu. Peran itu dapat dilakukan oleh perorangan, kelompok, organisasi politik, organisasi masyarakat, lembaga
Fast Money.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Setiap dari kita, insan yang lahir di dunia ini pasti memiliki hak. Kita dianugerahi oleh Tuhan Yang Maha Esa hak asasi manusia. Menurut Bambang Sutiyoso 2010, Hak Asasi Manusia HAM adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa kepada hamba-hamba-Nya. Mengingat bahwa hak asasi manusia adalah pemberian dari Tuhan, tidak ada badan atau seorang pun yang diperbolehkan untuk merebutnya. Hak Asasi Manusia HAM meliputi hak untuk hidup, hak mendapatkan pelayanan kesehatan, hak mendapatkan pendidikan, hak mendapatkan penghidupan yang layak, hak mendapatkan pekerjaan, dan Asasi Manusia HAM telah diatur dalam Pasal 28A sampai dengan 28J Undang-Undang Dasar UUD 1945. Meskipun telah diatur dalam undang-undang kita, hak asasi manusia ternyata masih mengalami permasalahan. Sebab, masih banyak dari masyarakat kita yang melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Pelanggaran tersebut bisa terjadi karena dilakukan dengan sengaja maupun tidak Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, kata pelanggaran memiliki arti perbuatan yang melanggar. Jadi, yang dimaksud dengan pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM merupakan perbuatan yang dilakukan oleh badan atau seseorang dan melanggar hak asasi manusia. Saat ini pelanggaran HAM di Indonesia masih menjadi salah satu permasalahan yang kontroversial serta tidak mudah untuk diselesaikan. Bahkan pelanggaran HAM yang terjadi beberapa tahun yang lalu pun masih ada yang belum tuntas dan belum mendapatkan kepastian hukum sampai sekarang. Misalnya saja pada kasus pembunuhan Munir, peristiwa Talangsari, dan Tragedi Trisakti. Dari tahun ke tahun di negara kita masih sering dijumpai pelanggaran HAM. Mulai dari pelanggaran yang ringan seperti kelalaian dalam pelayanan kesehatan, pencemaran lingkungan, pendidikan yang tidak layak, dan sebagainya hingga ke pelanggaran yang besar seperti pembunuhan, penganiayaan, pemerkosaan, dan sebagainya. Hal ini tentu menjadi permasalahan yang harus segera diselesaikan agar masyarakat Indonesia mendapatkan haknya sebagai manusia. Contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia. Baru-baru ini Indonesia digemparkan dengan kasus penganiayaan yang dialami seorang mahasiswa salah satu universitas di Kota Tangerang. Penganiayaan tersebut dilakukan oleh salah satu oknum polisi yang berdinas di Polres Kota Tangerang. Diberitakan sebelumnya bahwa pada Rabu, 13 Oktober 2021 digelar aksi unjuk rasa yang melibatkan mahasiswa di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Unjuk rasa ini digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun HUT Kabupaten Tangerang di tengah-tengah aksi tersebut menimbulkan kekerasan terhadap mahasiswa berinisial FA. FA dibanting oleh oknum polisi berinisial NP. Akibat dari penganiayaan ini mahasiswa tersebut mengalami kejang-kejang dan ditemukan beberapa luka di tubuhnya. Sungguh ironis. Polisi sebagai salah satu komponen penegak hukum di negeri ini bukannya memberikan perlindungan dan mengayomi masyarakat justru melakukan tindak kekerasan. Ini merupakan salah satu pelanggaran HAM yang melibatkan aparat negara dengan mahasiswa sebagai anggota dari adalah peserta didik yang belajar di perguruan tinggi Wulan & Abdullah, 2014. Menurut Papilaya & Huliselan 2016, mahasiswa dianggap mempunyai tingkat intelektualitas yang tinggi, kepandaian dalam berpikir, dan memiliki perencanaan yang baik dalam kaum yang berpendidikan tinggi dan juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menempatkan diri secara profesional dan proporsional di masyarakat maupun di dunia pendidikan. Kiprah mahasiswa bukan sekedar kegiatan pembelajaran di bangku perkuliahan, tetapi lebih dari itu semua. Mahasiswa mempunyai tugas untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya melakukan pengabdian di masyarakat untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki mahasiswa. Sikap cekatan dan kritis mahasiswa sangat dibutuhkan untuk melakukan suatu perubahan besar demi kemajuan di negeri ini. Ada tiga upaya yang bisa dilakukan mahasiswa untuk membantu dan mendukung pemerintah dalam rangka mencegah pelanggaran hak asasi manusia yaitu Menjadi sosialisator kepada masyarakat dalam rangka menginformasikan dampak negatif yang diterima apabila seseorang terbukti melakukan pelanggaran HAM. Upaya ini bisa dilakukan mahasiswa dengan mengadakan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat di sekitar media massa atau pun media sosial dengan membuat postingan-postingan yang isinya tidak menyetujui perbuatan-perbuatan yang melanggar HAM. Di era modern seperti sekarang ini tidak mungkin seseorang tidak bermain media sosial. Setiap hari mereka pasti menggunakan media sosial untuk mendapatkan informasi dari seluruh belahan dunia. Dalam rangka mengecam adanya pelanggaran HAM mahasiswa dapat memanfaatkan media sosial untuk membuat postingan-postingan agar diketahui oleh masyarakat usulan dan pendapat mereka kepada pemerintah melalui aksi demonstrasi namun tidak bersikap anarkis. Negara kita menganut sistem demokrasi dimana salah satu wujud menyampaikan pendapat dapat dilakukan dengan menyelenggarakan aksi demonstrasi. Selain itu, mahasiswa identik dengan aksi-aksi demonstrasi dalam membantu masyarakat menyampaikan pendapatnya kepada pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa peranan mahasiswa sangat dibutuhkan dalam masyarakat untuk membantu pemerintah dalam rangka mencegah lahirnya kasus pelanggaran HAM baru di Indonesia. Selain itu, sebagai mahasiswa juga tidak boleh meninggalkan tugas utamanya sebagai peserta didik di perguruan tinggi. Mahasiswa sebagai kaum intelektual harus terus menggali informasi yang akan diterapkan di masyarakat nantinya sehingga bisa membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan-persoalan di masyarakat seperti masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM.DAFTAR PUSTAKA 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Semenjak lahirnya manusia di dunia ini, ia terlahir dengan hak dan kewajiban yang melekat pada dirinya. Hak itu dinamakan hak asasi manusia atau biasa disingkat menjadi HAM, yaitu hak dasar manusia yang dimiliki oleh tiap orang selama ia hidup. Hak ini diberikan oleh Tuhan, sehingga tidak ada yang dapat mencabut atau mengganggunya tanpa adanya ketentuan hukum yang jelas dan benar juga adil. HAM harus dihormati oleh semua individu, masyarakat, negara, bahkan semua penduduk bumi ini. Keberadaan HAM ini cukup rapuh karena ia merupakan sesuatu yang dimiliki oleh setiap orang, sehingga memungkinkan terjadi gesekan antar individu dan konflik selama pelaksanaannya. Oleh karena itu, terdapat jalur konstitusional dan politik yang dapat digunakan untuk merumuskan dan melaksanakan pengaturan yang tepat terkait penegakkan pemerintah dalam menegakkan HAM di Indonesia sudah dimulai sejak puluhan tahun yang lalu melalui Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Undang-Undang No. 26 tahun 2000 tentang pengadilan Hak Asasi Manusia. Penegakkan HAM juga paling nampak jelas dari bunyi sila-sila dalam Pancasila. Dunia internasional juga menjamin tegaknya HAM, hal ini terlihat dari terbitnya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang dirumuskan oleh Majelis Umum, Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dengan adanya deklarasi ini, diharapkan pandangan masyarakat dunia terhadap HAM menjadi sama. baca juga Peneerapan Pancasila dalam Kehidupan BermasyarakatKasus-kasus Pelanggaran HAMMungkin sebagian dari kita melihat bahwa adanya aturan-aturan hukum tersebut sudah cukup untuk menjadikan tegaknya HAM senantiasa terjadi. Namun kenyataannya, kasus-kasus pelanggaran penegakkan HAM malah banyak terjadi di masyarakat. Memang, pelanggaran HAM yang ada bukan yang tergolong dalam pelanggaran HAM berat seperti kejahatan genosida, kejahatan kemanusiaan, kejahatan perang ataupun kejahatan agresi. Contoh kasus pelanggaran HAM yang paling sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari yaitu kekerasan dalam rumah tangga, pencemaran nama baik, terhalanginya orang dalam menyampaikan pendapat di muka umum, pelecehan seksual, bullying, dan lain sebagainya. baca juga Perilaku yang Ditampilkan dalam Perwujudan Kedaulatan Rakyat – Bahaya Akibat Jika Tidak Ada Keadilan dalam MasyarakatKasus pelanggaran HAM di masyarakat ini hanya sedikit yang sampai ke meja pelaporan pihak yang berwenang. Seperti gunung es, pelanggaran HAM di masyarakat banyak yang tersembunyi, entah karena korban sendiri yang memilih bungkam, atau malah korban yang dibungkam oleh pelaku pelanggaran HAM. Pernahkah pembaca melihat seorang suami memukul istrinya? Atau seorang ayah menempeleng anaknya? Atau yang baru-baru ini terjadi dan ramai diberitakan di media sosial, seorang wanita pengendara mobil ditampar oleh seorang lelaki tak dikenal karena berusaha menyerobot jalur mobilnya? Itu adalah contoh nyata pelanggaran HAM di sekitar kita. Ada pelanggaran karena HAM tidak sepenuhnya tegak. Lantas apa yang sebaiknya kita lakukan? baca juga Manfaat OrganisasiSebagai anggota masyarakat, ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menegakkan HAM. Banyak peran yang bisa kita ambil. Artikel ini akan membahas 5 peran masyarakat dalam penegakkan HAM. Dengan banyaknya masyarakat yang berperan serta, maka penegakkan HAM bukanlah sesuatu yang mustahil. Bukankah persatuan dan kesatuan adalah kekuatan terbesar yang dimiliki oleh bangsa ini? Berikut 5 peran masyarakat dalam penegakkan HAM1. Taat pada Aturan yang berlakuSebagai seorang individu anggota masyarakat, kita diharuskan untuk taat terhadap peraturan yang berlaku. UU No. 39 tahun 1999 menyatakan bahwa setiap orang memiliki kewajiban asasi untuk patuh terhadap aturan perundang-undangan, konvensi atau hukum yang tak tertulis, dan hukum internasional tentang HAM. Kita juga diharuskan untuk menghormati HAM orang lain dan dalam menjalankan HAM diri sendiri, kita wajib tunduk terhadap batasan pelaksanaan HAM yang ditetapkan oleh Undang-undang. Dengan taat terhadap aturan HAM, tentu saja HAM akan tegak bukan? Baca juga Kewajiban Warga NegaraArtikel TerkaitUpaya Penyelesaian Pelanggaran HAMSifat-Sifat Hak Asasi ManusiaInstrumen HAM di IndonesiaHambatan Penegakkan HAMDasar Hukum HAMJaminan Perlindungan HAMLembaga Perlindungan HAMTugas dan Fungsi Komnas HAM2. Menjunjung Tinggi ToleransiMayoritas masyarakat di Indonesia terdiri atas beragam suku, agama, ras, minat, bakat, dan sebagainya. Adanya perbedaan biasanya dapat menimbulkan pertikaian yang sama saja dengan pelanggaran HAM. Oleh karena itu, untuk menjamin tegaknya HAM bukan sekedar mimpi, alangkah baiknya jika kita lebih memandang kesamaan kita sebagai satu kesatuan masyarakat Indonesia dan memberikan toleransi terhadap apa-apa yang berbeda di antara kita. Implikasi dari kebijaksanaan kita ini adalah tertibnya masyarakat dan tegaknya HAM. Baca juga Fungsi Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari3. Mengawasi Penegakkan HAM oleh PemerintahBanyaknya pelanggaran HAM yang tidak terdata oleh pihak yang berwenang boleh jadi adalah akibat kesalahan kita pula. Mungkin kita mengetahui adanya pelanggaran HAM, namun si korban memilih diam dan kitapun ikut diam. Padahal dengan melakukan hal semacam ini dapat membuat upaya penegakkan HAM menjadi macet, tidak optimal. Oleh karena itu, amatlah baik apabila kita membantu pemerintah dan korban dengan melapor adanya kasus pelanggaran HAM itu. Dari sini, kita bisa dapat mengawasi tindak tanduk pemerintah dalam menegakkan HAM. Baca juga Jenis-Jenis Pelanggaran HAMArtikel LainnyaFungsi Lembaga Swadaya MasyarakatContoh Partisipasi Masyarakat dalam PolitikAsas Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat di Muka Umum4. Bergabung dalam OrganisasiNegeri ini memiliki banyak instansi dan lembaga swadaya masyarakat yang berkaitan dengan penegakkan HAM, sebut saja Komisi Nasional HAM, Pengadilan HAM, Lembaga Bantuan Hukum, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat, Imparsial, Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia dan lainnya. Semua lembaga ini tentunya membutuhkan tenaga penggerak dari masyarakat untuk menegakkan HAM. baca juga Pengertian Lembaga5. Memberikan Masukan pada PemerintahSalah satu fungsi masyarakat adalah sebagai agen kontrol sosial. Segala tindakan yang pemerintah lakukan dalam rangka menegakkan HAM tentunya memiliki berbagai kekurangan disana sini. Maka dari itu, menjadi tugas bagi kita untuk menemukan celah-celah tersebut sambil merumuskan solusi terhadap permasalahan itu dan selanjutnya adalah menyampaikan pada yang telah disebutkan sebelumnya dalam artikel 5 peran masyarakat dalam penegakkan HAM ini hanya merupakan contoh yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Perlu kita ingat bersama bahwa tegaknya HAM tidak mungkin cukup hanya dengan usaha pemerintah, diperlukan pula partisipasi masyarakat dalam menegakkannya. Oleh karena itu, berusahalah sebaik mungkin untuk menerapkan isi artikel ini. Semangat!
peran serta pelajar dalam upaya penegakan ham dilakukan dengan cara